Minggu, 03 Maret 2013

Dalam Sujudku


Ya Allah Ya Rabb..Hari ini aku terpaku dalam gelap nan gulita, yang terlihat olehku hanyalah KuasaMU, hati ini seakan bergetar mengingatMu dalam penuh seluruh, aku pasrahkan hati dan jiwaku, aku terlena dalam buaianMu. Tuhanku..yang selalu menyayangiku, dalam tiap sujudku ada sejuta penyesalan yang selalu menghantui, semua meraja, membekas dan hanya melahirkan sebuah penyesalan. Tuhanku..aku ingin kembali padaMu, memelukMu lalu tidur di pangkuanMu, Cobaan batinMu terlalu berat kali ini meski kutau Engkau tak akan pernah meninggalkanku sendiri, meski kutau Engkau akan mengujiku tak akan melampaui batas kemanpuanku. Tuhanku...dalam penyesalanku, dalam gamangnya hatiku, kukembali menghadapmu, cobaan batin duniawi ini selalu saja menghantui, aku takut ketika suatu saat iman dan islamku menjadi Taruhannya. Tuhanku....Aku tau diriku terlalu banyak dosa, dalam sujudku kuhanya mampu meneteskan air mata penyesalan, tapi aku hanyalah manusia biasa yang selalu saja berubah arah, tapi harapku padaMu tak kunjung padam, karena engkaulah Maha membolak-balikkan hati, maka dengan segenap harapku, dengan seluruh sujudku kumohon tetapkan hatiku pada Iman dan islamku di malam ini, pada sujudku di pertengahan malamku, pada tangisku dalam nestapaku karena takut terhadaMu.

Tuhanku, dalam bait do’aku, dalam godaan duniawi yang semakin meraja, dalam pasrahku, dalam setiap sujud di tepian sajadahku kuharap beribu ampunanMu untuk setiap noda dalam hidupku, pada setiap tingkahku yang sia-sia, pada setiap lisanku yang tiada bermanfaat, pada setiap langkahku yang diluar batas kewajaran. Tuhanku...dalam tangisku di malam ini, dalam setiap penyesalanku, aku larut dalam lamunanku, bagaimana aku di masa depan ketika aku tetap pada jalan hinaku. Aku tak sanggup membayangkannya, aku tak ikhlas kalau hidupku tak berguna seperti ini, yang aku inginkan hanya ketenangan batin, hanya pengharapan islam dan imanku tetap terjaga dan kekuatan ibadah seperti orang2 yang engkau cintai.
Ya Allah ya Rabb....Dalam Tulisanku mungkin tiada berarti,ya....aku hanya manusia biasa yang akan selalu berusaha sambil memohon, memohon dan memohon segala maghfirahMu. Sujud dan syukurku hari ini karena Engkau masih memberiku iman dan islam untuk menghadapMu ditengah orang yang sedang lelap dengan mimpinya. Aku bersyukur karena engkau tiada berpaling dariku dengan ujianMu. Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah.......

Senin, 17 Desember 2012

Daun Kering Di sudut Kota

Akupun tak tau, kalau sebenarnya aku adalah diriku....
Dalam kehampaanku, semua seakan tak ada.....
Hanya kelam.......
Dalam hatiku, akupun tak tau ada gumpalan daging berwarna merah...
Dalam mimpiku aku hanya tau, kau ada dalam kesepian batinku...
Meski rasa itu adalah maut bagiku, semua telah terukir dalam kitabku....
Pasrah.....
Tertunduk...
Diam....
Semua seakan ada di dalam ketidakpastian...
Semua hilang...
Semua lenyap....
Semua hanyut....
Matiku kini tak lagi ada..
Ketika mimpiku tak lagi dalam tidur....
Semua berharap...
Semua ingin...
Semua tak berpaling...
Langit sana tak lagi biru...
Tanah di sana tak lagi Merah...
Hujan di sana tak lagi pernah rintik...
Semua abu-abu...
semua mati..
samua hidup tapi tak mati....
Gelisah....
Bingung...
Melamun namun tak pasti....
Dalam batin mentari hanya ada kelam yang tak kunjung datang...
Berawal dari sebuah harapan, dan jatuh pada lubang harapan..
Ketidakpastian adalah awal nyata, ketika mata tak lagi terpejam...
Semua hilang terabaikan...
semua lenyak tak berbekas...
Kehidupan hanya satu, mesti semua hendak berkata mereka masih hidup...
Kasih sepanjang jalan,itupun hanya ungkapan
ketika mereka hanya sanggup berkata, bukanlah bumi tempatnya berpijak...
Kini pilu adalah obat derita
yang tertinggal hanyalah daun kering di sudut kota...
Semua terpedaya oleh angin yang tak menentu..
Janji-janji hanyalah sebuah harapan...
Meski tubuh adalah jaminan...
Meski raga tak lagi dipedulikan..
Yang mereka tau hanyalah kemunafikan...
yang mereka tau hanyalah kesenangan sesaat...
Yang mereka tau hanyalah birahi...
Lamunan mereka kini hanyalah sebuah ilusi..
Kembali berharap pada ketidakpastian...
Kembali berharap pada kezaliman...
Kembali berharap pada rumput yang tak lagi hijau...
Mati......
Diam...................
Maut................
Lemah...............
Wafat..............
Ketidakpastian
Harga mati adalah keinginan....
Dti-detik hijaupun semua tak lagi Pati...
Semua hilang, tapi tak lenyap.....
Kematian adalah simbol...
Tentang kita....
Tentang Mereka....
Dan tentang kita, mereka dan tntang dialetiaka daun tua....
Semua Beranjak.....
Semua Sendiri..
Akupun tak tahu lagi hidupku dalam daun kering di sudut kota itu....
TERINSPIRASI DARI RASA PENYESALAN YANG BERKEPANJANGAN, TERIMAH KASIH TUHAN KARENAMU AKU MASIH BISA MENULIS PUISI INI SEBAGAI UNGKAPAN HATIKU,PILUKU,KESENDIRIANKU, SEMUA TANGISKU, SEMUA HARAPANKU,DENGAN KUASAMU AKU AKAN HIDUP 1000 TAHUN LAGI....

Riwayat Hidupku


Baso Manguntungi, lahir di Maros, pada tanggal 15 Agustus 1990. Penulis adalah anak kesepuluh dari sepuluh bersaudara yang merupakan buah cinta kasih dari pasangan Solong dan Sitti Hukma.
Penulis memulai pendidikannya di SDN 32 Mangai pada tahun 1995 s.d.2001. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 1 Maros dan tamat pada tahun 2004. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bantimurung dan tamat pada tahun 2007. Pada tahun yang sama, penulis berhasil lulus dalam Penerimaan Mahasiswa Jalur Khusus (PMJK) jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Negeri Makassar. Selama Kuliah penulis aktif dalam berbagai organisasi kampus anataralain :Anggota Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM(LPM Penalaran UNM), Ketua Bidang kaderisasi HIMABIO FMIPA UNM Priode 2008/2009, BPO HIMABIO FMIPA UNM Tahun 2011, Anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia(KAMMI), Anggota Lembaga Kajian Ilmiah Mahasiswa Bertakwa(LKIMB UNM), Bidang Pengembangan Keilmuan BEM FMIPA UNM, Staff Pengajar Ranu Prima College( RPC),Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) Bidang Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa BIOma HIMABIO FMIPA UNM Tahun 2001.
Dalam Bidang akademik penulis pernah menjadi asisten laboratorium pada mata kuliah Biokimia Dasar, Kultur Jaringan Tumbuhan, Genetika dan Evolusi dan Fisiologi Tumbuhan. Selain itu penulis aktif mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Universitas dengan judul : Analisis Tingkat Kekeruhan Air Minum Depot Isi Ulang Di Kota Makassar, Pemanfaatan daun Manihot esculenta sebagai Bioinsektisida Dalam Pengendalian Hama Wereng, Analisis Tingkat Turbiditas Air Minum Isi Ulang diberbgai Depot di Kota Makassar, Pemnafaatan Buah Pisang(Musa paradisiaca) sebagai Medium Kultur Jaringan Anggrek, Desain Ruang Rawat Bersama Ibu dan Bayi (Rooming-in) Sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Ibu dan Bayi Pasca Persalinan, Pemnfaatan Peralatan Sederhana dalam Fermentasi Buah Kakao sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kakao Skla Kecil, Teknik Pembuatan Bahan Bakar Alami dari Sampah Serasah dengan Bantuan Kombinasi Jamur Trichoderma sp dan Sacharomyces serevicea dan Menuju Desa Lestari Berbasis Agronomi Mandiri(Pelatihan Pembuatan EM4 Organik, Pupuk Bokhasi Cair, Pupuk Bokhasi Padat, dan Peternakan Cacing) di Desa Mangeloreng Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros. Penulis juga Aktif menulis Essay, Puisi, Cerpen dan salah satu tulisan yang pernah diterbitkan di Tribun Timur Adalah Dilema Mahasiswa Aktifis, Antara Bentrok gengsi dan Prestasi.
Dalam Bidang Kemasyarakatan Penulis aktif dalam organisasi pemuda dan Mahasiswa yaitu Ikatan Alumni Pemuda Pencinta Alam Kecamatan Bantimurung, Aktif sebagai Pemateri dalam Berbagai Pelatihan Dasar Kepemimpinan di Berbagai Sekolah Menegah Atas dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos di Kecamatan Camba Kabupaten Maros.

Minggu, 16 Desember 2012

Tiap Hariku adalah Hari Ibu


Selamat Hari Ibu

Seorang ibu, setiap manusia pasti memilikinya kecuali manusia pertama, itulah filosofi hidup didunia, setiap kata setiap nadanya adaah do'a, untukmu ibu aku dan pelukku dalam cinta bumi Allah adalah untukmu penuh seluruh, kuhaturkan kalimat demi kalimat syahdu dalam bait do'a sujud syukurku pada Rabb ku yang maha Mnyayangi. Untukmu kawan da untuk kita semua.

Marilah kita sekejap memejamkan mata menundukkan kepala, mengingat apa yang telah kita lakukan pada ibunda tercinta, apa yang pernah kita katakan padanya, pertanyaan besar yang kemudian muncul sebagai dasar utama kita hidup di dunia ini"SUDAHKAH KITA MEMBAHAGIAKANNYA???"Ibu adalah kata yang begitu sangat berarti, dengannya kita bisa mencurahkan apa yang kita keluhkan, dengan doanya kita punya semangat hidup tapi coba bayangkan apa yang terjadi dengan ibu kita saat ini apakah hati mereka masih tersenyum sama seperti pada saat dia berkata"Nak ini uang untuk bekalmu di kota sana"Pernahkah kita berpikir akan tiap maslah atau beban hidup yang dia rasakan????Alangkah egoisnya kita ini, makan dengan cukup berbelanja pakaian yang layak nongkrong sana dan sini tanpa perna sedikitpun tau apa yang terjadi disana, apa yang terjadi pada perempuan yang dengan air susu kehidupannya kita bisa menghirup udara hingga saat ini. Do'a....Terkadang kita tau doa seorang anak shaleh dan shalehah akan menjadi penuntun jalannya, tapi apakah kita pernah melakukannya, kalaupun pernah apakah kita mengedepankan doa kita untuk ibu dibanding doa untuk kita pribadi. Pernahkah kita mendengar seorang ibu berkata "saya tidak pernah bisa melakukan untukmu nak"Buatnya semua bisa semua bisa terangkaikan dala indahnya kata2nya.Ya Allah ini adalah hari spesial buatnya. Tapi hari ini dunia begitu tak nyata, jabat tanganpun aku tak sanggup, hanya ucapan ini, mungkintak memiliki arti tapi sebuah pernyataan Hari ini ingin aku tegaskan"AKU SAYANG IBU"

Surat Cinta Untuk Ibu



Aku tak sanggup lagi mengatakannya, ya inilah hidupku...dengan segala keterbatasan yang aku punya, aku tau semua yang ada dalam duniaku tak sepatutnya aku tangisi, semua begitu berat antara perasaan dengan logikaku, semua hampa bahkan begitu hampa, aku bahkan terlahir dengan sejuta titk kehampaan, kurasakan setiap nafasku semakin sesak dengan sejuta masalah yang ada, aku telah mencoba menyerahkan, tapi disisi lain batinku menolaknya, dalam sudut2 terkecil duniaku masih ada yang begitu setia mencintaiku, yang ketika teringat namanya, teringat rupanya, teringat suaranya aku tak sanggup lagi membendung air mata ini, rasanya ingin memeluknya, tidur dalam dekapannya bahkan aku ingin hidupku selalu bersamanya..Ibu...namamu begitu syahdu untuk melelapkan tidur panjangku, sadarku dan inginku menyatu dalam rangkulan rinduku malam ini.
Oh Tuhan...
aku tahu, semua yang Engkau berikan padaku telah melebihi cukup buatku, tapi satu pintaku, kirimkan surat cintaku buatnya, meskipun engkau tak memberitahukannya, tapi tolong sampaikan, ada seseorang yang teramat rindu padanya, ada yang tiap detik mengingatnya, sampaikan salan rindu dari anaknya yang teramat jauh dari sisiNya. Aku tahu semua engkau miliki kuasa .
Ibu...
hari ini anakmu memikul beban yang teramat berat, tapi tak sanggup aku ucapkan ke gendang telingamu, aku Tahu, engkau peduli terhadapku dan aku yakin ketika engkau mengetahuinya maka nafsu makanmu akan hilang sekejap, air matamu tak berhenti menetes, bicaramu tak lagi seperti dahulu.
 Ibu...
aku rindu suaramu, aku rindu teguran sapamu, aku rindu tiap kali menanyakan sehatku, makanku bahkan sampai titik yang anak kecilpun mampu mengerjakannya.
 Ibu..
aku rindu ucapanmu, saat engkau berkata,”Nak aku ingin melihat rupa anak bungsuku yang kian deawasa” Aku Tahu engkau begitu ingin melihatku, tapi Tuhan begitu tahu mengapa Dia mesti mengambil penglihatanmu. Aku tahu, Tuhan punya rencana yang terbaik, tapi aku masih berharap suatu saat engkau masih bisa melihatku, aku masih berharap engakau masih bisa melihatku memakai toga yang sedari dulu engkau rindukan.
 Ibu....
Aku tak perlu engkau tahu bahwa aku merindukanmu, tapi aku ingin engkau  Tahu bahwa anakmu berjuang untuk kebahagiaanmu, aku hanya ingin menjadi bagian dari amal Jariyyah untuk akhiratmu.  Aku tahu bahwa aku akan bahagia dengan setiap senyuman darimu, tapi aku harus berjuang , untuk keluarga kita dan pada mereka yang butuh akan  aku dan apa yang aku ketahui.
Ibu...
Hanya melalui tulisan ini kurujukkan cinta buatmu, aku yakin dalam kebimbanganku selalu saja ada do’amu yang setia membimbingku, air mataku teramat memilkuan ketika engkau berkata”meskipun engkau tak  meminta, do’a ku senantiasa mengalun dalam tiap shalatku”. Aku tak sanggup lagi berkata apapun, yang aku ingat suaramu begotu lembut, begitu menjerat dan akhirnya menjadikanku hanyut dalam sedih yang berlinang.
Ibu.....
Aku teringat, ketika aku ingin meninggalkan rumah dengan sedihnya engkau berkata”Nak, harapku engkau jangan melupakanku, meskipun suksesmu dalam bahagiamu”
Ibu...
Aku tak sanggup lagi berkata apapun catatan ini kusimpan rapi sebagai penyemangatku, aku yakin dengan do’amu akan kuraih sukses itu, aku hanya mampu menuliskannya dalam tinta yang tak mungkin engaku mengetahuinya. Ibu aku sayang kamu, rinduku dan salam sapaku untukmu, kuteteskan air mata kerinduanku padamu ibu, aku mencintaimu melebihi siapapun di dunia ini. Ibu sekali lagi kukatakan, aku merindukanmu...........

Masa dalam Tantangan

Siapa yang tak mau, siapa pula yang enyah, semua cerita dalam bingkai warna, semua masa dalam kesendirian, dalam bait2 rindu dalam malam yang kelam dari sebuah negeri di ujung barat pulau jawa, aku tertegun sejenak, dalam imingku masih terngiang begitu sayhdu tentang beberapa deretan kata..

MIMPI

HARAPAN

CITA2

CINTA

ILMU

semua masih jelas bertahta dalam hatiku, tiap hariku bahkan tiap detik dalam hidupku, semua masih tergambar begitu jelas, begitu rama menyapa kesendirianku, aku tersentuh dari beberapa penggambarannya namun sekali lagi kuabaikan, bahwa hidupku dirantau orang adalah perjuanganku dalam meraihnya, kuabaikan keluargaku, kuabaikan senyum semanagat mereka, walau begitu berat, namun inilah hidup, inilah perjuangan dan inilah tantangan, semua menyatu dan seolah memberi warna sendiri dalam hidupku di masa depan....Satu kata yang tergambarkan, Hidup adalah proses bukanlah hasil, bahwa hidup adalah tantangan bukanlah kesenangan, yang terpenting adalah bagaimana meraih keridohan Ilahi...Selamat berjuang Untuk hidupku, untuk diriku dan Untuk semangatku, hari masih panjang dengan sejuta suka dan duka dengan seintrik kejutan2nnya...Be urself and get ur dream, keep spirit and fighting....

di Pertengahan Desember

Desember Menggantung, sebuah memori, sebuah inspirasi
Aku termenung, ternyata ini adalah pertengahan Desember
Belum terpatri dalam sanubari, tapi inilah nyatanya...
Pertengahan Desember kelabu, hanya itu...
Aku berlari namun tak akan pernah sampai..

Desember, antara memori dan sebuah kenangan..
Antara cita2, cinta dan harapan..
Semakin tertegun, semakin renta namun tiada berdawai..
Semua menggantung, semua menyepi...
Begitu kelabu, begitu menyesakkan..

Tuhan, dalam kata aku terdiam..
Biar susah sungguh, namun kusadari aku pilu...
Semua hal ihwalku telah kusadari, namun hampa...
Tetap saja seperti ini, namun tiada berfaedah...

Desemberku malang, Desemberku kelabu...
Dengan cita2, cinta dan impian yang semakin kelam...
Aku tenggelam namun tiada yang berpaling..
Aku seolah tak lagi berhembus, namun tiada yang peduli..