Aku tak sanggup lagi mengatakannya, ya inilah hidupku...dengan segala keterbatasan yang aku punya, aku tau semua yang ada dalam duniaku tak sepatutnya aku tangisi, semua begitu berat antara perasaan dengan logikaku, semua hampa bahkan begitu hampa, aku bahkan terlahir dengan sejuta titk kehampaan, kurasakan setiap nafasku semakin sesak dengan sejuta masalah yang ada, aku telah mencoba menyerahkan, tapi disisi lain batinku menolaknya, dalam sudut2 terkecil duniaku masih ada yang begitu setia mencintaiku, yang ketika teringat namanya, teringat rupanya, teringat suaranya aku tak sanggup lagi membendung air mata ini, rasanya ingin memeluknya, tidur dalam dekapannya bahkan aku ingin hidupku selalu bersamanya..Ibu...namamu begitu syahdu untuk melelapkan tidur panjangku, sadarku dan inginku menyatu dalam rangkulan rinduku malam ini.
Oh Tuhan...
aku tahu, semua yang Engkau berikan padaku telah melebihi cukup buatku, tapi satu pintaku, kirimkan surat cintaku buatnya, meskipun engkau tak memberitahukannya, tapi tolong sampaikan, ada seseorang yang teramat rindu padanya, ada yang tiap detik mengingatnya, sampaikan salan rindu dari anaknya yang teramat jauh dari sisiNya. Aku tahu semua engkau miliki kuasa .
Ibu...
hari ini anakmu memikul beban yang teramat berat, tapi tak sanggup aku ucapkan ke gendang telingamu, aku Tahu, engkau peduli terhadapku dan aku yakin ketika engkau mengetahuinya maka nafsu makanmu akan hilang sekejap, air matamu tak berhenti menetes, bicaramu tak lagi seperti dahulu.
Ibu...
aku rindu suaramu, aku rindu teguran sapamu, aku rindu tiap kali menanyakan sehatku, makanku bahkan sampai titik yang anak kecilpun mampu mengerjakannya.
Ibu..
aku rindu ucapanmu, saat engkau berkata,”Nak aku ingin melihat rupa anak bungsuku yang kian deawasa” Aku Tahu engkau begitu ingin melihatku, tapi Tuhan begitu tahu mengapa Dia mesti mengambil penglihatanmu. Aku tahu, Tuhan punya rencana yang terbaik, tapi aku masih berharap suatu saat engkau masih bisa melihatku, aku masih berharap engakau masih bisa melihatku memakai toga yang sedari dulu engkau rindukan.
Ibu....
Aku tak perlu engkau tahu bahwa aku merindukanmu, tapi aku ingin engkau Tahu bahwa anakmu berjuang untuk kebahagiaanmu, aku hanya ingin menjadi bagian dari amal Jariyyah untuk akhiratmu. Aku tahu bahwa aku akan bahagia dengan setiap senyuman darimu, tapi aku harus berjuang , untuk keluarga kita dan pada mereka yang butuh akan aku dan apa yang aku ketahui.
Ibu...
Hanya melalui tulisan ini kurujukkan cinta buatmu, aku yakin dalam kebimbanganku selalu saja ada do’amu yang setia membimbingku, air mataku teramat memilkuan ketika engkau berkata”meskipun engkau tak meminta, do’a ku senantiasa mengalun dalam tiap shalatku”. Aku tak sanggup lagi berkata apapun, yang aku ingat suaramu begotu lembut, begitu menjerat dan akhirnya menjadikanku hanyut dalam sedih yang berlinang.
Ibu.....
Aku teringat, ketika aku ingin meninggalkan rumah dengan sedihnya engkau berkata”Nak, harapku engkau jangan melupakanku, meskipun suksesmu dalam bahagiamu”
Ibu...
Aku tak sanggup lagi berkata apapun catatan ini kusimpan rapi sebagai penyemangatku, aku yakin dengan do’amu akan kuraih sukses itu, aku hanya mampu menuliskannya dalam tinta yang tak mungkin engaku mengetahuinya. Ibu aku sayang kamu, rinduku dan salam sapaku untukmu, kuteteskan air mata kerinduanku padamu ibu, aku mencintaimu melebihi siapapun di dunia ini. Ibu sekali lagi kukatakan, aku merindukanmu...........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar