Jumat, 14 Desember 2012

Aku dan Kaleng Pemberianmu


Tidakkah kau lihat kawan lekuk-lekuk kota yang begitu tajam, disini kuenunggu dengan penuh harapan.....
kutuliskan pada sebuah dinding-dinding retak tanpa nahkoda, yang kulihat hanyalah barisan-barisan lumut yang bersrakan....
Kulihat hari ini adalah ketidakmampuanku untuk berkata, ketika yang kulihata hanyalah lalu lalang kendaraan yang sama sekali tiada irama....
sesekali dentingan suara riuh gemura datang memngampiri, tapi aku masih tetap berdiri disini untukmu kawan dan untuk kita berdua.....
Yang ingin kulihat hanya langkahmu yang gontai, hanya senyummu yang beg manis dan tawamu g mengusik rasa gunda dalam sanubari........
Tapi hari ini, detik ini masih saja bigitu,masih saja suara mobil yang tak berirama, masih saja bersama lumut yang berbris di dinding tanpa aturan.....
Aku disini masih bersama kehangatan persahabatan yang kau berikan....an
Masih bersama keelokan paras senyumannmu....
Meski suara mobil yang tak berirama itu meski lumut yang tak beratutaturan itu..
Kau tetap kunanti....
Kurindukan saat kita makan bersama sambil terrtawa......
Saat kita menghitung jumlah mobil yang tak beraturan itu.......
Saat mencabuti lumut-lumut yang tak beraturan itu.........
Aku masih menunggumu sobat dengan sejuta harapan dan kaleng pemberianmu......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar